Tags

, , ,

📚 Resume Materi Diskusi Kuliah WhatsApp 📚
🎈Rumah Main Anak 🎈

Jumat, 26 Februari 2016

Judul : Alergi Pada Anak

Oleh :
dr. Nur Aini Ananda
Pramitha Sari, S.Gz, Dietisien, M.H.Kes

Peresume: Lidya Anasta Rachman

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Bunda pasti sudah tidak asing dengan istilah alergi kan?
Yup, kejadian yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari tersebut umumnya mengarah pada gejala umum seperti ruam merah di kulit, sesak nafas, dan tak jarang pula diare.

Kejadian alergi terutama yang terjadi pada anak terkadang membuat orang tua panik atau khawatir dan ingin segera membawa buah hatinya ke tenaga medis.

💦Pertanyaan paling mendasar yg sebenarnya perlu dijawab ketika menghadapi tanda-tanda yang tersebut diatas adalah : apakah betul anak saya mengalami alergi?

Jika iya, apa pencetusnya? Karena sebenarnya Bunda, tidak semua gejala yg disebut di atas kausa nya ‘benar-benar’ alergi.

Istilah alergi merujuk pada suatu perubahan reaksi terhadap bahan yang ada dalam lingkungan kita sehari-hari, merupakan cara tubuh merespon ‘invader’ atau zat tertentu yang menyerang tubuh padahal sebenarnya zat tersebut tidak berbahaya.

Saat tubuh mengenali sesuatu benda asing masuk, seperti pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang *eh, sistem imun atau pertahanan tubuh akan menjadi aktif. Normalnya, sistem ini melindungi tubuh dari sesuatu yg membahayakan seperti bakteri dan toksin. Jika ia merespon berlebihan (overreaktif) terhadap sesuatu yg tdk membahayakan, maka reaksi ini disebut hiperreaktivitas (namanya juga ‘hiper’ ya) atau reaksi alergi. Pemicu reaksi tersebut disebut alergen.

Berdasarkan klasifikasi Gell dan Coombs, reaksi imun tubuh kita terbagi menjadi 4 tipe : tipe I, II, III, dan tipe IV.

❤ Reaksi alergi digolongkan ke dalam tipe I, yang meliputi semua reaksi imun yang sifatnya immediate hipersensitivity, sebagian besar dimediasi oleh Immunoglobulin E (IgE) dan onset cepat, dlm hitungan menit setelah terpapar antigen (sesuatu yg merangsang sistem imun).

❤ Fase timbulnya alergi meliputi fase sensitisasi (saat IgE berikatan dgn sel mast) dan fase reaksi (saat terjadi degranulasi sel mast yg melepaskan mediator contohnya histamin, protease, heparin, prostaglandin, sitokin, dan kinin.

Nah pelepasan histamin dan kawan2nya ini yg menyebabkan kontraksi otot polos bronkhus (saluran nafas setelah tenggorokan, sblm paru2), usus, dan vena kecil; pelebaran pembuluh kapiler dan peningkatan permeabilitas vaskuler; juga peningkatan lendir atau mukus. Sitokin juga memicu reaksi radang. Akibatnya timbul gejala-gejala yg dirasakan pasien seperti sesak nafas, ruam kulit, rhinitis (peningkatan lendir berlebihan), dilatasi vaskular dll.

❤ Ada beberapa cara alergen masuk ke dalam tubuh kita, diantaranya melalui saluran nafas, suntikan, sengatan atau melalui makanan.

Contoh alergen antara lain : 
🍞 Makanan : kacang2an, golongan buah berry, ikan laut, produk hewani : susu, telur, dan gandum. Pada bayi yg sering menjadi alergen adalah susu, telur, kacang, dan kacang kedelai.

💊 Obat2an : antibiotik (amoxicillin, penicillin), aspirin, ibuprofen, iodine.

💨Debu, serbuk sari, jamur

🐝Gigitan serangga seperti lebah (ada yg ingat film My Girl?:))

❄ Cedera ringan, suhu panas atau dingin, olahraga, stress, emosi

☀ Paparan sinar matahari

Kejadian alergi makanan sangat dipengaruhi oleh faktor genetis, udia, jenis kelamin, pola makan, jenis makanan awal dan faktor lingkungan. Jenis alergen yang umum terjadi pada anak-anak, menurut penelitian Candra et.al tahun 2011 di poli alergi RSCM antara lain: tomat, coklat, kacang kedelai atau soya, tepung terigu, kuning telur, daging ayam, tuna, kerang dan susu sapi.

Tanda dan gejala alergi :
▪ Kulit : iritasi, kemerahan, bengkak, gatal, ruam, urtikaria (biduran, ruam2 merah kecil hingga besar, banyak, dan jika dipencet hilang)
▪ Dada : sesak nafas, mengi, batuk
▪ Kepala : bengkak di wajah dan leher, bibir, mulut, atau tenggorokan, suara serak, sakit kepala
▪ Hidung : merah, gatal, ‘meler’ bening, bersin2
▪ Mata : bengkak dan berair
▪ Perut : sakit perut, diare, mual muntah.

❤ Sebagian besar reaksi alergi adalah reaksi non fatal. Semuanya bergantung pada respon sistem imun masing-masing individu, bahkan kadang sulit diprediksi. Namun kadang reaksi alergi juga bisa fatal dan mengancam jiwa yang dinamakan reaksi anafilaksis, karena terjadinya pelebaran pemburuh darah yg mendadak sehingga menyebabkan syok.

⚠Untuk mengatasi kejadian alergi, yang perlu bunda lakukan antara lain :
▪ Hindari alergen yg memicu terjadinya alergi. Jika alergi terjadi karena faktor makanan, pastikan gizi tetap seimbang dengan pengaturan diet yang tepat. 
▪ Waspada terhadap reaksi alergi yg berat, jika ditemukan gejala alergi yang mengarah pada kegawat daruratan segera bawa ke rumah sakit atau klinik terdekat.
▪ Gejala alergi ringan biasanya respon terhadap obat antihistamin, contohnya loratadine, cetirizine, baik obat minum atau obat semprot hidung
▪ Iritasi kulit ringan bisa diatasi dengan salep steroid antiradang seperti hidrokortison

.: Food alergy >< food intolerance :.
Oiya alergi makanan perlu dibedakan dengan intoleransi makanan ya bunda.

💦Pada alergi, sistem imun yg bekerja. Sedangkan pada intoleransi, yg bekerja adalah respon sistem pencernaan yg sulit atau tidak bs mencerna beberapa jenis makanan dgn baik.

Reaksi alergi bisa sangat segera, dalam hitungan menit, kurang dari satu jam. Sementara intoleransi makanan bisa dalam hitungan jam atau hari.

💦Intoleransi yang paling sering djumpai adalah intoleransi laktosa.

⭐Kesimpulan : 
Reaksi alergi bisa berbeda2 tiap individu. Kenali alergennya, kenali gejalanya, dan kenali tanda kegawatannya. Berteman dengan alergi mungkin memang tidak mudah, tapi in syaa Allah bisa :)!

Referensi :
http://jeeves.mmg.uci.edu/immunology/CoreNotes/Chap21.pdf

http://www.emedicinehealth.com/script/main/mobileart-emh.asp?articlekey=59357

http://www.medscape.com

http://www.bsaci.org/resources/food-allergy-and-food-intolerance

http://www.worldallergy.org/professional/allergic_diseases_center/nomenclature/english.php

Candra et.al. 2011. Gambaran Sensitivitas Terhadap Alergi Makanan. Makara Kesehatan Vol.15 No. 1 Juni 2011 : 44-50. Jakarta.

——————————————–
🐝 Tim Divisi Materi RMA 🐝 
——————————————–
Follow us :
Instagram : @rumahmainanak 
Fanpage Facebook : Rumah Main Anak
Blog: www.rumahmainanak.com

Tanya Jawab:

1. Assalamualaikum wr wb..bu dokter terimakasih atas ilmuny yang sangat bermanfaat terutama bagi saya krn kedua anak saya (3y 5m dan 11m) keduanya alergi makanan..
Anak2 mnrt dsa ketika cek up 7 hari pasca lahir lnsg dibilang ada alergi krn diare, dan muncul kemerahan dipunggungnya..stelah ditelusur mmg ada turunan dr abi nya yg alergi krn cape keringetan stelah olah raga,
Nah yang ingin saya tanyakan apakah mungkin anak2 saya bs sembuh dr alerginy itu ketika mengkonsumsi makanan pemicu alergi, misalnya telur karena anak saya yg pertama duluny alergi telor, kacang2an dan susu sapi akhirnya skrg klo minum susu sapi sdh tdk apa2..(Nurhayati,Depok, Raihan 3y5m &Umran 11m, RMA1)

Wa'alaikumsalam wr wb.
🍤 Bunda Nurhayati yg baik, secara teori, anak kemungkinan bisa sembuh ketika makan/minum yg dicurigai adalah alergen, namun perlu diperhatikan selama ini bagaimana respon alerginya apakah ringan atau berat, supaya kita waspada. Jika respon selama ini berat, dianjurkan hindari sama sekali. Konsultasikan ke dokter apakah bisa dilakukan terapi desensitisasi alergi yang menggunakan injeksi alergen dosis kecil ke seseorang secara berulang, dgn prinsip spya tubuh bertahap mengenali alergen tsb shg tdk lg muncul reaksi alergi. (Nunik)

🍤 bunda nur, saya punya pengalaman pribadi soal alergi, sebelum sma saya nggak alergi seafood terutama udang, mendadak saya nggak bisa makan udang dan sepupu2nya (lobster,dkk), setiap makan badan saya gatal, bengkak, merah2 dan panas.. begitu terus sampai akhirnya saya memutuskan tidak makan seafood. Tapi nggak tahu kenapa akhir2 ini kalau saya  makan udang koq nggak kenapa2. Jadi ternyata alergi udang saya bisa hilang lagi (mitha)🙂

2. Ass. Ibu dokter Nur:)
Kebetulan tgl 14 kmrn anak sya seperti alergi,ruam2 merah di tangan,kaki,muka dan badan. Yg sya ingat tgl 14 pagi dy mnm jamu beras kencur bersama sya,itupun hanya seteguk aja dan dy ga mau mnm lgi. Mungkinkah merah2nya itu krna jamu?
Sya ingat lgi tgl 13 sorenya qt mkn bersama di gian* friedchicken,sya memang merasa itu ayam ga seperti biasa rasanya dan sudah dingin. Sya jdi bingung penyebab merah2 ditubuh anak sya. Tgl 15 nya sya periksakan kepuskesmas,tp jawabannya mgkn krna makanan dan tidak ada pantangan apa2. 3 hari sya mnmkan obat tp tdk ada perubahan sampai akhirnya ilang sendiri. Anehnya anak sya ga mengeluh apa2,ga ada yg dirasa kecuali merah2 ditubuhnya itu. Dan skrg anak sya sdg panas cm kdg adem kdg panas. Sya tkt msh ada pengaruh krna alergi kmrn bu?? Gmn ya bu solusinya,apa sy harus periksakan lgi kedokter?

(Ina,rma1,wafiq 3y3m)

🍤Bunda Ina, biasanya demam bukan merupakan reaksi terhadap alergi. Gejala ruam merah yang dirasakan selama tgl 14 lalu menghilang bs jadi mmg alergi walau tdk gatal. Penyebab yg plg mungkin adalah ayam grg, krna alergen biasanya adalah protein. Perlu dpriksakan kembali ke dokter jika demam menetap selama 3 hr, krna kmgkinan demamnya krna sebab yg lain, misal infeksi. Pantau suhu anak di rumah dengan termometer ya Bunda (nunik)

🍤 saya curiganya itu disebabkan kondisi makanan yg mungkin udah kurang oke atau kurang layak trus ditambah kondisi anak sedang kurang fit jadi muncul reaksi kemerahan itu mbak. Coba ditingkatkan imunitas anaknya juga mudah2an segera membaik demamnya (mitha)

3. Anak saya dr bayi diduga alergi susu. Setiap saya minum susu, bayi saya muncul ruam. Setelah 1,5 th sy coba susu uht. Saya pikir aman, ternyata beberapa bln stlh itu dia mengalami (mirip) diare sampai seminggu. Tp gak ada batuk pilek dan demam. Stlh sy periksakan, ternyata kt dokter memang alergi. Baru setelah itu saya perhatikan kalau makan roti tawar pun, bbrp jam setelah itu ada muncul ruam. Apakah ini benar ciri-ciri alergi? Atau intoleransi?
(Disti, Solo, 3th)

🍤Bunda Disti di Solo, susu memang bs menyebabkan respon alergi atau respon intoleransi. Perbedaannya sesuai materi kmrn coba diperhatikan waktu terjadinya reaksi apalah cepat (hitungan menit-jam) ataukah hitungan jam-hari. Lalu setelah pemberian antihistamin apakah berespon? Jika intoleransi, anak tdk respon thd pemberian antihistamin. Roti mengandung gandum yg merupakan salah satu alergen, namun ada juga celiac disease atau intoleransi terhadap gluten yg merupakan slh satu jenis penyakit pencernaan (sulit mencerna gluten). Blm tentu alergi. Bisa konsultasi ke dsa ya Bunda untuk lbh tegak diagnosisnya. (Nunik)

🍤 idem sama dok nunik, mungkin bereaksinya terhadap dairy product ya mbak? Yang ada kandungan susu dan turunannya? Jika memungkinkan coba dihindari sementara makanan yang berpotensi menimbulkan ruam tersebut. (Mitha)

4. Assalamualaikum.. di awal mpasi saya pernah baca utk tes alergi bisa dilakukan percobaan memberi menu yg sama selama 3hari berturut2 utk melihat reaksi bayi, kl seperti itu berarti kan pengenalan variasi makanan jd terbatas. Yg seperti itu bgmn mensiasatinya yaa? Terima kasih.
(Cici, Malang, byakta-7bln, RMA3)

Jawab :
🍤 Wa'alaikumsalam wr wb mbak cici di malang,
Utk pengenalan mpasi awal dgn uji alergi 3 hari sebetulnya tidak saklek harus dijalankan 3 hari, jika ingin diberikan 2 hari pun tidak apa2. Selain itu mengenalkan variasi makanan juga bisa dilanjutkan setelah2nya, maksudnya setelah sudah tidak single food. Jangan lupa catat di food diary anak reaksi terhadap mpasi yg diberikan ya. (Mitha)

🍤 Betul bunda Cici, untuk pengenalan satu jenis zat makanan selama mpasi bisa percobaan 3 hr dgn menu yang sama. Fokuskan pada makanan yg berpotensi menjadi alergen seperti telur, ikan, kacang dan alergen lain, shg kita bisa 'hemat waktu'. Untuk makanan non alergen cobakan saja sehari/dua hari. Jika dua hari respon baik bisa kita cut off. Yg pntg kita jeli melihat respon anak. Waktu mpasi panjang ya jd kita tetap bisa memberikan zat makanan yg bervariasi. (Nunik)

5. Selamat Pagi Mbak Mytha, saya mau tanya, pada awal masuk musim hujan Nara lbh sering batuk, pada awalnya saya mikir mgkn efek perubahan cuaca jd Nara kena batpil tp lama-lama sedikit curiga krn batuknya tdk kontinue, dalam seminggu mgkn hanya 2 hari, hilang kemudian muncul lg minggu berikutnya. Apa ini termasuk gejala adanya alergi?  Bagaimana mengenali suatu alergen? Krn trs terang saya sdh coba evaluasi ttg makanan, minuman atau sejenisnya yg kemungkinan bs memicu tp tdk nemu.
(Pipit, Semarang, 19mo, RMA3)

Jawab :
🍤 bunda pipit, mungkin kalau tanda2 batuk di awal musim hujannya sudah terpola bunda bisa persiapan dengan meningkatkan imunitas anaknya.. bisa jadi sebenarnya tidak alergi tapi penurunan kekebalan tubuh jadi ketika imunitasnya sudah membaik batuknya pun hilang (mitha)

🍤 Bunda Pipit, bisa dicoba kembali flash back mengamati pola batuk dan apakah ada gejala lain seperti pilek, demam, ruam dll. Batuk bisa karena alergi tp biasanya batuknya kontinu dan lbh dari dua pekan. Jika sekali2 saja kemungkinan karena sebab lain misal iritasi atau infeksi sal nafas.

Bagaimana mengenali suatu alergen? Jika betul alergi, alergen biasanya memberikan respon cepat setelah dikonsumsi. Jika tdk mendekati gejala alergi bisa jd bukan alergi. Apalagi jika ditelusur makanan yg dicurigai tdk ada. Namun suhu dingin atau panas juga bisa menyebabkan gejala alergi, walau biasanya reaksinya tdk berat. Ke depannya bisa terus melakukan observasi di ruma ya Bunda, konsultasi ke dokter jika memang perlu. (Nunik)

6. Assalamu'alaikum bu Nur Aini
Anak saya yg sulung suka sesak nafas, biasanya diawali batuk2 kecil. Biasanya saya suruh istirahat, kurangi aktivitas fisik, badannya dikasih minyak kayu putih dan diperbanyak vit.c. Paling lama 3hari bisa pulih. Berdasarkan pengamatan kami, hal ini tjd krn kelelahan fisik dan telat makan. Nah, apakah ini termasuk alergi? Apakah penanganan yg kami lakukan sudah benar? Kami sudah ke DSA katanya alergi dan diminta mengamati pencetusnya.
(Nisa, Khalid 8yo, RMA3)

Jawab :
🍤 Wa'alaikumsalam wr wb mbak nisa
Apakah ada keluarga dengan riwayat asma? Kalau baca kronologisnya : lelah fisik kemudian sesak diawali batuk2 kecil koq persis dengan keponakan saya ketika ketahuan asma ya?
Berdasarkan saran dsa sub sp alergi yang memeriksanya memang disarankan untuk lebih banyak beristirahat jika serangannya datang. (Mitha)

🍤 Betul Bunda, gejalanya mengarah ke sesak nafas karena asma. Batuk2 kecil karena infeksi bisa menjadi pencetusnya. Jika nafas tdk cepat dan tdk terlalu sesak penanganan sdh tepat. Jika anak terlihat sangat sesak nafas perlu segera dibawa ke dokter. Daya tahan tubuh dan stamina perlu ditingkatkan supaya ga mudah kena infeksi. Misal minum madu, habbats, dijaga pola makan bergizi dan cukup istirahat. (Nunik)

7. Mb..apakah benar tanda alergi itu hrs muncul dua tanda? Maksudnya misal kalo anak ruam+muntah ato ruam+diare, dll baru bisa dicurigai alergi. tapi kalo cuma 1 tanda aja yg muncul belum tentu. Benarkah?
Yang kedua, Fathan usia 7bln..sejak kecil kalo saya minum susu milo pasti dia jadi diare..tpi kalo saya minum susu uht dan yg lainnya endak. apakah bisa disebut dia alergi coklat milo?(maaf sebut merk)
(Ganda, izzuddin (22bln) dan fathan (7bln), RMA 3)

Jawab :
🍤 menurut pengalaman saya tanda alergi yang paling umum muncul adalah ruam merah yang terasa panas di kulit, tapi bukan demam. Tidak harus ruam+demam (kalau itu saya malah biasanya lebih curiga ke infeksi), atau muntah saja atau diare saja atau kalau muntah+diare kecurigaan terbesar saya malah intoleransi atau toksifikasi alias keracunan.

Untuk pertanyaan kedua yang dimaksud itu susu bubuknya atau susu dengan merk tsb atau bubuk coklat berenerginya? Soalnya merk tsb kayaknya memiliki banyak varian produk ya? Mungkin memang ada alergen yang memicu dari produk tsb (Mitha)

🍤 Tidak Bunda, satu gejala tp munculnya segera setelah terpapar alergen dan timbul berulang sudah dicurigai alergi.

Untuk pertanyaan kedua, masih blm bisa disimpulkan begitu. Karena kandungan susu Milo beragam, ada kandungan coklat juga.

Alergi coklat memang bisa tp maaih blm bs disimpulkan dgn gejala seperti yg ditanyakan. Lebih baik bunda lbh berhati2 memilih makanan yg dikonsumsi selama menyusui. Dan kelak ketika bayi sdh lbh besar bisa diamati langsung reaksi bayi thd apa yg dikonsumsinya sendiri.

8. Assalamualaikum,
Apakah penyakit alergi itu akan menurun ke anak jika kedua orangtuanya punya alergi terhadap makanan? Terutama sy dulunya waktu kecil sampe skrg utk makanan tertentu kayak seafood kadang mengalami alergi juga terhadap makanan yg ber msg, spontan badan langsung gatal2 bengkak merah…
Apakah makanan yg dihindari oleh orangtua, harus jg dihindari oleh anak? Syukran:)
(Ummu Mariyah_makassar_RMA2_Mariyah2y7m)

🍤 Bisa Bunda, alergi bs diturunkan. Namun terhadap apa2 sj yg menjadi alergen pada org tuanya blm tentu sama pada anak. Bisa sj anak yg ortunya alergi seafood anaknya tdk alergi seafood. Bisa juga kedua ortu alergi tp anak tdk alergi. (Nunik)

🍤 karena anak memiliki kode genetik yang cenderung menyerupai ortu terkadang anak juga mewarisi beberapa gangguan kesehatan ortunya. Kalau pertanyaannya apa yang harus dihindari ortu juga harus dihindari anak menurut saya bisa ya bisa juga tidak. Saya pribadi dulu punya alergi seafood jadi selama menyusui saya menghindari seafood karena saya nggak mau repot 2x 😁
Soalnya saya takut alergi saya kumat eh ntar anak saya yang masih ASI juga ternyata alergi. Tapi ketika sudah disapih saya cobakan pelan2 ke anak saya makanan yang saya alergi itu, alhamdulillah nggak kenapa2… (Mitha)

9. Saat ini ada kondisi kemerahan bintik kecil2 di area seputar dahi dan kepala anak saya. Sy perhatikan karena ganti sabun mandi. Tp ketika kembali lagi ke sabun yg sebelumnya (lacta*yd baby) kok kondisinya tdk berkurang ya. Jadi apakah ini kondisi hipersensitif? Lalu apa yg musti sy lakukan?
(widhya_RMA2_ tangsel, qsd 28bln)

🍤 Bintik2 kecilnya apakah memerah bentol2 besar atau sperti apa Bunda? Jika kecil2 rata dan gatal bs krna kulit sensitif. Sering2 seka handuk jika berkeringat dan jaga baju anak selalu kering. Bisa dberikan bedak salisil. (Nunik)

10. Anak sulung saya terindikasi alergen seperti bentol2 atau biduran tapi smpai saat ini blum diketahui timbulnya disebabkan krn apa. Bentol2nya sesekali dtg tiba2 lalu besok hilang kemudian lama dtg lagi. Yg saya mau tanyakan, klo test alergi utk mengetahu pemicu alergi pada anak sangat efektifkah? Dan test ini bisakah dilakukan di setiap dokter spesialis kulit? Untuk dermatitis atopi (maaf klo salah penulisan) apakah termasuk dari alergi juga? Terimakasi bunda.
(Awwal_RMA2_hafiz 40 bln)

🍤 Betul bunda Awwal, jika blm tahu pasti alergennya lbh baik tes alergi yg disebut prick test atau patch test. Tdk di setiap RS ada. Bisa ditanyakan per telp dl ke RS/kliniknya🙂 biasanya ada di dokter spesialis kulit dan dr spesialis tht. Atopi adalah istilah untuk kecenderungan seseorang atau keluarganya untuk mempunyai respon alergi terhadap suatu alergen. Istilahnya bisa dibilang bakat. Bisa jd ya atau tdk. Dermatitis atopi berarti kelainan kulit krna respon alergi. Ini slh satu penyakit krna alergi. (Nunik)

——————————————–
Follow us :
Instagram : @rumahmainanak 
Fanpage Facebook : Rumah Main Anak
Web: www.rumahmainanak.com

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalaamu’alaikum ummahat pembelajar… alhamdulillah pada hari Rabu, 2 Maret 2016 ini kita masih diberi kesempatan untuk belajar bersama. Tema kita hari ini adalah

❣ Tinjauan Pemberian Hukuman  dalam Pendidikan Anak ❣

Mari kita baca terlebih dahulu artikel pengantar diskusi ini.

⚠❣⚠❣⚠❣⚠❣⚠❣

Dalam pendidikan Islam, hukuman adalah salah satu cara atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau pendidik kepada seseorang yang melakukan perbuatan melanggar peraturan, berupa denda atau sanksi agar anak didik menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya, tidak mengulanginya lagi dan menjadikan anak itu baik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

Dasar Penerapan hukuman dalam pendidikan Islam bisa dilihat pada QS. An-Nisa ayat 34.

Tujuan hukuman dalam pendidikan Islam adalah untuk memperbaiki tabiat dan tingkah laku anak didik untuk mendidik anak ke arah kebaikan. Sehingga tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan bertanggung jawab atas kesalahannya.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tahapan bagi pendidik untuk memperbaiki penyimpangan anak, mendidik, meluruskan kebengkokannya, membentuk moral dan spiritualnya menjadi 7 seperti yang terdapat dalam buku Pendidikan Anak dalam Islam, yaitu menunjukkan kesalahan dengan:

1. Pengarahan
2. Ramah tamah
3. Memberikan isyarat
4. Kecaman
5. Memutuskan hubungan
6. Memukul
7. Memberi hukuman yang membuat jera

Hukuman dengan memukul dilakukan pada tahap terakhir setelah memberikan nasehat dan meninggalkannya. Ini menunjukkan bahwa pendidik tidak boleh menggunakan yang lebih keras jika yang lebih ringan sudah bermanfaat. Sebab, pukulan adalah hukuman yang paling berat, karena itu tidak boleh menggunakannya kecuali jika dengan jalan lain sudah tidak bisa.

Hal yang juga harus diperhatian ketika memberikan hukuman adalah pemberian hukuman tidak boleh menyakitkan dan tidak boleh diberikan ketika pendidik dalam keadaan marah.

Hukuman juga harus dapat membuat anak didik menyadari kesalahannya dan bertanggung jawab atas kesalahannya.

Sumber:
https://insansalsabila.wordpress.com/2010/04/15/hukuman-dalam-pendidikan-islam-oleh-nisa-islami/

Tim Tema Diskusi Harian HSMN Pusat

HSMN.Timtemadiskusi@gmail.com

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🔅🔆🔅🔆hsmn🔆🔅🔆🔅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥facebook.com/hsmuslimnusantara
👥FB: HSMuslimNusantara Pusat
📷 instagram: @hsmuslimnusantara
🐤 twitter: @hs_muslim_n
🌐 web:
hsmuslimnusantara.org

⚠❣⚠❣⚠❣⚠❣⚠❣

Nah Bunda, sudah disampaikan bagaimana tuntunan memberi hukuman berdasarkan syari’at Islam. Semoga kita dapat mengaplikasikannya dengan benar dan baik. Terutama, jangan sampai kita memberlakukan ketegasan, tanpa ada keakraban dengan buah hati sebelumnya.
Bagaimana Bunda mempraktikkannya di rumah?

⛺⛺⛺⛺⛺⛺⛺⛺⛺⛺⛺

❗❗Save the date ❗❗

KeMisTri, Kemah Keluarga Muslim Nyantri, 25-27 Maret 2016, Gunung Pancar, Sentul Jawa Barat

💕KeMisTri… Selalu Di Hati 💕

Tips parenting

👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪
#OrangtuaBerkemampuanKhusus

AGAR KETEGASAN MELAHIRKAN KETAATAN DILANDASI KESADARAN

Oleh: Masyhuri Az Zauji
(Founder Komunitas OBK)

🍃”Waduh, kok semakin serba salah sih ya. Didiamkan makin tak tahu aturan, diberi ketegasan malah semakin menentang…”

📎Pernahkah ayah bunda mengalami hal serupa kalimat di atas???

📎Pernahkan mengalami dilema memilih antara mendiamkan dan memberi ketegasan manakala ananda menyalahi aturan???

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Yuk, sama-sama berbagi dan menggali kiat praktis agar setiap ketegasan kita bernilai kebaikan dengan lahirnya kesadaran anak-anak untuk taat tanpa paksaan.

1⃣. Antara edukasi dan komunikasi

Memang, antara edukasi dan komunikasi merupakan bagian integral yg tak terpisahkan. Akan tetapi dalam praktiknya ada sedikit perbedaan.

Klo mnrt saya, praktisnya begini…
Kalimat edukasi adalah bahasa yg kita gunakan dg maksud menjelaskan sebuah masalah, dilakukan dg sengaja dan terencana agar org lain (anak) memiliki pemahaman yg sama dg kita.

Sedangkan kalimat komunikasi lebih berhubungan dg bahasa keseharian yg kadang kita harus menyampaikan sebuah pemahaman tanpa direncanakan, dadakan, karena tuntutan situasi tertentu…

Contoh kasus sederhana:
Syariat berhijab.

Ketika menjelaskan tentang kewajiban berhijab bagi seorang anak muslimah maka hendaknya ortu menyampaikan tentang perintang, faidah dan juga ancaman terkait syariat ini. Jelas di situ ada larangan, misalnya dg penjelasan, “sholihah, ingat ya. Kamu gak boleh keluar rumah jika tdk mengenakan jilbab. Karena ada ancaman neraka bagi setiap muslimah yg mengumbar auratnya…”

Kemudian ketika suatu hari si anak entah sengaja atau terlupa mau keluar rumah dan tanpa mengenakan jilbab, maka orgtua tak perlu mengatakan: “Jangan keluar rumah klo gak pake jilbab. Nanti dibakar lho rambutnya di neraka…”

Tapi cukup dg bahasa mengingatkan, “Nak, jilbabnya mana?”

Yg seringkali memicu masalah adalah manakala ortu tdk maksimal dlm edukasi kemudian tdk bijak (terlalu kaku) dlm komunikasi. Blm maksimal mengajarkan syariat pada anak, tetapi dlm komunikasi serba melarang terlalu ketat. Akhirnya anak berontak gak mau taat…

Kalimat ‘larangan’ sebaiknya lebih banyak digunakan dlm bahasa “edukasi” bukan pada “komunikasi”…

(Mohon koreksinya jika keliru…)

2⃣. Larangan yang mengedukasi

Larangan yg mengedukasi adalah larangan yg dimaksudkan utk mengingatkan aturan yg telah difahamkan dan ditetapkan, bukan utk menghakimi atau membatasi tanpa adanya edukasi…

Pastikan ketika kita melarang seorang anak utk melakukan sesuatu, larangan yg dimaksud sudah pernah kita ajarkan pada anak jauh2 hari sblmnya…

Bagaimana jika anak melakukan pelanggaran terhadap ‘permasalahan’ yang belum diajarkan?

Yang pertama, jangan langsung disalahkan apalagi dengan bahasa yang melemahkan bahkan merendahkan. Biasanya (ketika komunikasi terjalin dg baik) anak akan protes ketika dilarang karena selama ini belum diajarkan.

Yang kedua, tanya pendapat/pandangannya tentang pelanggaran yg ia lakukan. Jika masih blm memungkinkan karena ‘blm cukup umur’, sampaikanlah dulu permintaan maaf spt misal, “Nak, maaf ya ayah blm sempat jelaskan ini padamu. Allah dan RasulNya gak suka kamu melakukan hal ini, nak. Nanti ayah jelaskan alasannya kenapa itu gak boleh…” atau dengan bahasa lain agar anak memahami masalah tsb dg baik.

Yang ketiga, sebagai langkah antisipasi, buatlah kesepakatan atau tradisi komunikasi untuk selalu menanyakan terlebih dahulu segala hal yang masih belum diketahui atau disepakati. Upaya ini bisa diawali dg hal sederhana spt saat anak sedang belanja jajan di pasar/ mini market. Biasakan selalu bertanya tentang jaminan kehalalan jajan yang akan ia beli, jika ia tdk yakin mintalah ia bertanya pada kita ortunya.

3⃣. Larangan yang ‘melukai’
Hati-hati, segera evaluasi bahasa komunikasi sehari-hari. Jangan biarkan ketika anak semakin dilarang malah semakin ia gak tahu aturan, akhirnya orangtua semakin kelimpungan gak karuan…

Anak harus mengenal prinsip “Al Haq wal Bathil” sejak dini. Akan tetapi kesalahan dalam pola komunikasi seringkali menjadi ‘isolator’, penghambat sampainya informasi dengan benar untuk dijalankan dengan maksimal.

Ketika anak berbuat sesuatu yang melanggar jangan pernah dibiarkan. Berapapun usianya, selama ia sudah bisa diajak berkomunikasi memahamkan perbedaan baik dan buruk harus dilakukan dg konsistensi.

Ada anak yang stelah dilarang menjadi sadar diri, urung melakukan pelanggaran. Akan tetapi ada juga yang sama sekali tidak menghiraukan dan semakin berani melakukan kesalahan. Kucinya ada pada optimalisasi edukasi dan kebijaksanaan bahsa komunikasi. Anak akan merasa direndahkan dan menyisakan sakit hati jika orangtua terlalu banyak melarang tapi tak pernah memberi pengertian dan pemahaman.

4⃣. Ketegasan tidak identik dengan banyaknya larangan
Orangtua yang tegas dalam menerapkan aturan tidak selalu harus sering menggunakan kata-kata: awas, jangan, atau kata lainnya yang mengandung unsur pelarangan. Ketegasan sejatinya diperlukan untuk memperlihatkan konsistensi dalam menerapkan aturan, tentu aturan yang telah melalui kesefahaman dan kesepakatan, bukan aturan sepihak (dr otu) yang dipaksakan (pada anak).

5⃣. Membangun IMUN yang dilandasi kekokohan IMAN
Era digital dg perkembngn teknologi informasi yang begitu pesat dan nyaris tak terkendali mengharuskan ortu lebih peka dan waspada, lebih serius menanamkan nilai dan prinsip kebaikan agar anak memiliki kekebalan, terhindar dari virus digital yang mematikan.

Memang ada program (software) yang bisa diinstal untuk mengawasi dan membatasi anak dalam berinteraksi dg dunia teknologi informasi. Akan tetapi ini hanya membatasi ranah fisiknya semata dan sangat rentan pembobolan. Yang paling jitu adalah menginstall aplikasi IMAN dalam dada setiap anak kita, agar betul2 kebal dan anti dengan segala hal yang tidak diridloi oleh Allah SWT.

Demikian ulasan singkat ini…
Semoga bs mjd tambahan bekal dan semangat utk mendidik anak atau ketika nantinya punya anak. Sbg bekal persiapan…

Allahu a’laam…

PESAN CINTA YANG TAK SAMPAI

Beberapa pekan lalu, di acara ILC TV One salah satu narsumnya adalah bu Elly Risman, temanya “TBGL* marak, apa sikap kita?”. Beliau memaparkan TBGL* dari sudut pandang parenting.

Bu Elly katakan bahwa salah satu hal yg mempengaruhi seksualitas seorang anak adalah KOMUNIKASI orangtua kepada anak. Ada 12 gaya berkomunikasi populer yg MEMBAHAYAKAN, memberi dampak BURUK kepada anak.

Saya teringat di buku Bicara Bahasa Anak yg ditulis oleh parenting Trainer Yayasan Kita & Buah Hati, bu Rani Razak Noe’man dibahas juga tentang gaya komunikasi tradisional yg berbahaya untuk anak, ada 15 poin, antara lain :

1. Memerintah
2. Menakuti/mengancam
3. Menceramahi
4. Menginterogasi
5. Memberi cap
6. Membandingkan
7. Menyalahkan
8. Menghakimi
9. Mendiagnosis
10. Menyindir
11. Mengalihkan
12. Memberi solusi
13. Menghibur
14. Menjamin
15. Membohongi

Saya coba resumekan isi buku tersebut : Pangkal persoalan yang timbul antara orangtua & anak sebagian besar berangkat dari sikap “Keliru dalam berkomunikasi”. Kegagalan berkomunikasi akan berakibat pada kegagalan dalam membangun pola asuh yg sehat. Distorsi komunikasi menyebabkan distorsi perilaku.

Seringkali orangtua mengomel, marah atau mengkritik perilaku anak karena didasari rasa sayang mereka kepada anaknya. Namun, rasa sayang itu ternyata tidak ditangkap oleh anak. Yang anak rasakan adalah tindakan mereka tidak pernah benar di hadapan orangtua.

Anak yg sering diremehkan, dikritik, diancam, disindir, dibanding-bandingkan, dicap negatif akan merasanya dirinya, perasaannya & keberadaannya tidak diterima oleh orangtua. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yg tdk percaya diri, merasa tdk berharga, konsep diri rendah, pendendam, dsb.

Kita berkomunikasi untuk menyampaikan isi hati kita. Dengan tujuan, agar orang yg diajak berkomunikasi memahami maksud kita & melakukan apa yg kita inginkan. Apabila ternyata apa yg kita sampaikan tdk ditangkap dgn baik oleh pihak lain. Berarti ada kesalahan dalam berkomunikasi.

Komunikasi bukanlah ” apa yg kita sampaikan”, melainkan “Apa yg ditangkap oleh orang yg kita ajak berkomunikasi.” Ketika kita sudah menyampaikan sesuatu, tetapi lawan bicara tdk memberikan respon yg kita harapkan, bisa jadi karena cara berkomunikasi yg kurang tepat.

Ada 3 hal penting yg sangat berperan & berpengaruh dalam sebuah komunikasi, yaitu : verbal, voice & visual. Verbal merupakan kata-kata & berpengaruh 7% dalam komunikasi. Voice adalah cara mengucapkan kata-kata & berperan sebesar 38% dalam komunikasi. Dan terakhir adalah visual, dalam hal ini bahasa tubuh (body language) & ekspresi wajah (facial expression), merupakan faktor yg paling berpengaruh dalam komunikasi, yaitu sebesar 55%.

Artinya, cara menyampaikan suatu pesan sangatlah penting dibandingkan isi pesan yg ingin disampaikan. Oleh karena itu, agar pesan tersampaikan dengan baik, gunakanlah bahasa tubuh yg sesuai. Caranya dgn menyediakan waktu, tidak menyampaikan dengan terburu-buru, melihat suasana hati anak, menunda penyampaian pesan jika anak sdg tdk nyaman, serta menyampaikan pesan dengan disertai penjelasan. Seringkali orangtua tdk memerhatikan cara penyampaian suatu pesan kepada anak. Seringkali kita senang mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan segala persoalan anak. Seringkali kita tidak memahami bahasa tubuh anak.

Jika orangtua mampu menampilkan bahasa tubuh yg tepat saat berkomunikasi dgn anak & mampu memahami bahasa tubuh anak, maka anak pun akan belajar untuk memahami bahasa tubuh orang lain. Anak akan tumbuh menjadi manusia yg penuh empati, mampu memahami bahasa tubuh orang lain & mampu memberikan respon yg tepat dalam berkomunikasi.

Kunci utama kesuksesan dalam pengasuhan anak adalah komunikasi. Mengasuh adalah berinteraksi & berkomunikasi. Urat nadi mengasuh anak terletak pada cara berkomunikasi. Komunikasi yg baik akan membuahkan pola asuh yg baik pula.

Dalam berkomunikasi kepada anak, berapapun usia anak itu, ia selalu melakukan “penafsiran” atas kata-kata yg ia dengar, mimik & gerak tubuh yg ia lihat.

“Manakala berbicara dgn anak-anak, yg paling penting bukanlah apa yg kita katakan, tetapi bagaimana kita mengatakannya. Berhati-hatilah dalam mengeluarkan nada suara & gerak tubuh saat berbicara dengan mereka.”

Gaya komunikasi tradisional berdampak buruk kepada anak. Orangtua harus belajar untuk memperbaiki cara berkomunikasi atau disebut “Terapi Komunikasi”, dengan cara membuka jalur komunikasi dengan bahasa tubuh & mendengar aktif.

Mendengar aktif adalah mendengar dengan keseluruhan diri kita, yaitu mendengar dengan telinga, mata & jiwa. Tujuan mendengar aktif adalah memahami lawan bicara seperti yg ia rasakan, bukan seperti yg kita sangkakan.

Teknik Mendengar aktif :

1. Encouragement (Mendorong anak untuk terus berbicara)
Dalam tahap ini, tataplah mata anak & tunjukkan dengan bahasa tubuh yg baik. Jangan mengatakan setuju atau tidak setuju. Namun tanggapi setiap perkataan anak dengan ketertarikan penuh. Misalnya :
• “Ooo… Begitu…”
• “Oh ya? Terus bagaimana?”
• “Wah, menarik tuh. Lalu, apa yg terjadi?”
• “Wah… Wah…, lalu kamu ngomong apa?”
• “Apa yg ia katakan waktu kamu ngomong begitu?”

2. Restating -Mengulang inti pembicaraan yg disampaikan anak.
Setelah anak selesai bicara, orangtua perlu mengulangi inti pembicaraan yg disampaikan anak. Caranya dengan mengulangi ide dasar pembicara dgn menggunakan kata-kata orangtua sendiri.
Misal :
• “Apakah maksud kakak…?” (Ungkapkan yg dipahami oleh orangtua)
• “Kalau bunda tdk salah paham, kakak memutuskan untuk…”

Tujuan pengulangan adalah untuk menunjukkan kpd anak bhw orangtua benar-benar mendengarkan & memahami isi pembicaraan. Perhatikan bahasa tubuh supaya benar-benar tulus & antusias berkomunikasi dgn anak.

3. Reflecting -Memantulkan perasaan anak.
Tujuannya untuk menunjukkan bahwa orangtua mendengarkan & mengerti perasaan anak. Misal :

• “Kamu merasa bahwa…”
• “Kelihatannya, kamu…” (Bangga, senang, sedih atau bingung)

4. Summarizing -Menyimpulkan isi pembicaraan.
Langkah terakhir dalam teknik mendengar aktif adalah mengumpulkan & menyimpulkan ide-ide & fakta dari pembicaraan yg sdh berlangsung. Kesimpulan tersebut digunakan untuk menciptakan landasan dlm mengambil keputusan lanjutan serta mereview perkembangan dr situasi.

Caranya adalah dgn menyatakan ulang, memantulkan & menyimpulkan ide utama & perasaan pembicara.  

Kalimat yg bs digunakan antara lain :

• “Kalau bunda tdk salah, kamu merasa bahwa…tentang situasi…”

Anak-anak, seperti halnya orang dewasa, butuh didengar & dipahami perasaannya. Bukankan kita jg sering menumpahkan perasaan kpd seseorang, semata-mata hanya ingin didengar, bukan krn membutuhkan nasihat? Dan setelah itu kita mampu menyelesaikan sendiri masalah. Jd kita hanya butuh DIDENGAR & DIPAHAMI PERASAANNYA.

Upaya orangtua mengidentifikasi perasaan anak akan melatihnya untuk mengenali perasaan sendiri. Anak akan mampu menemukan masalahnya yg sesungguhnya & tdk mencampurkanadukkan dgn perasaannya.

Cobalah untuk memahami & mendengarkan perasaan anak, dengan cara :
• Menghargai setiap ucapan anak, seremeh apa pun yg diceritakannya.
• Terbuka pada makna di balik kata-kata & bahasa tubuhnya
•Tidak memberi nasihat & gaya komunikasi tradisional

Anak berhak atas diri kita yang terbaik.

Tips blokir konten pornografi

Dear Parents,

bagaimana memblokir konten porno di youtube pada gadget android anak,,,???
karena kadang tampilan video porno suka muncul sendiri, dan bisa saja tanpa sengaja anak-anak melihatnya, 
BEGINI cara memblokirnya

1. Buka youtube,

2. Pilih tiga titik di pojok kanan atas

3. Pilih setting/ setelan , lalu pilih umum/general,

4. Pilih restricted mode / mode terbatas

5. Selesai
Restricted mode akan menfilter video2 yg memiliki konten tidak layak bagi anak maupun dewasa

Buruan segera lakukan di gadget anak kita, karena pornografi sangat berbahaya bagi anak kita,

mohon bantu sebarkan…!!!

Mungkin ini bisa membantu untk ortu..

Yang udah terlanjur memberikan gadget ke anaknya, atau krn satu hal dan lainnya gak bisa mengelak mengenai gadget…

Mungkin ini bisa membantu…

Pasanglah “Parental Control” pada google play di gadget anak anda, caranya:

Masuk ke google play
Pilih setting
Pilih Parental Control
ON kan dgn cara
menggeser panel nya ke kanan

Masukkan PIN yg hanya diketahui oleh orang tua

Nanti kita bs memilih applikasi apa aja yg bisa di download sesuai kategori nya

Selamat mencoba… semoga Allah selalu melindungi anak2 kita… aamiin…

Tips bermain

image

Poin2 di acara Basa Basi Trans TV, narsum Bu Elly Risman
Tema : Batasan Mainan Anak
16 Feb 2016
By: santysintil

• Permainan paling baik adalah tubuh ayah ibunya. Kenapa? Karena harus dieksplorasi sama anak. Misal ekspresi wajah.

• 2 hal penting dlm bermain:
1. Kreatif (awal kata dr ‘create’)
    Gimana kalo mainan beli?
    Kasih yg base : lego, balok
2. Imajinasi

Bukan membeli permainan tapi membeli peralatan untuk meng-create permainan

• Yg dibutuhkan anak adalah : KITA
Hambatan : gadget

• dalam bermain, anak s/d 6 thn GENDERLESS
agar anak bisa eksplore.
Yg tidak boleh adalah “terus-menerus” krn akan mengakibatkan kebiasaan sehingga akan menciptakan perilaku.

Selain itu dg genderless juga mengajarkan anak ttg practical life skills.

• Jangan berpikir bahwa kehidupan anak di masa depan sama dg kehidupan Anda sekarang

• Anak cewek NO permainan make up dewasa.
– Boleh jika make up anak2.
– Harus liat usia anak.

Dimainin anak cowok gpp krn dasarnya ilmu pengetahuan. Disertai dg penjelasan, bahwa make up itu untuk perempuan, laki-laki tidak pake make up, dll.

• 4 kotak yg perlu dipegang : eksplorasi, kreasi, imajinasi, masa depan.

Tips menghadapi anak marah

Cara Ampuh Menghadapi Anak Pemarah

By Ratih April

On 2/06/2016 05:30:00 AM

Menjadi orang tua merupakan suatu tugas yang berat. Terkadang, anak bertingkah tak seperti yang diharapkan, mereka jadi pemarah, suka membantah, bahkan tidak mau mendengarkan perkataan orang tua.

Hal ini juga yang membuat orang tua menjadi stress dan akhirnya melakukan hal yang diluar kendali. Orang tua jadi marah-marah, melempar barang, bahkan memukul anak. Hal ini tentu tidak baik, tak hanya bagi anak tapi juga orang tua. Oleh karena itu, diperlukan cara menghadapi anak yang pemarah agar tidak menanggapinya dengan sikap kelewat batas.

Inilah cara ampuh menghadapi anak pemarah :

1.     Mengabaikan Kemarahan Anak

Mengabaikan disini bukan berarti orang tua tidak peduli, tapi membiarkan anak marah dulu baru didatangi. Jika sang anak marah dan langsung didatangi, maka ia mengira marahnya menjadi pusat perhatian sehingga orang tua mendatanginya.

Jadi setelah ia marah, barulah datangi dan katakan pada anak bahwa bukan karena marahnyalah orang tua mendatanginya, tapi ada hal yang perlu dibicarakan antara anak dan orang tua.

2.     Melatih Anak Mengungkapkan Isi Hatinya

Memang sulit meminta anak untuk mengungkapkan isi hatinya. Bahkan sebagian anak mengungkapkan isi hatinya dengan berbagai hal, misalnya menggigit kuku, merobek baju, termasuk marah. Oleh karena itu, biasakan si anak untuk mau mengungkapkan isi hatinya.

3.     Jangan Menghukum Anak

Kalau anak marah, biasanya orang tua ikut marah dan menghukumnya. Padahal hal itu seharusnya tidak dilakukan. Namun, berikan arahan dan nasihat padanya dan biarkan ia mengungkapkan kesalahannya.

4.     Memberikan Pujian

Bukan pujian karena anak telah marah, tapi beri pujian ketika anak mengakui kesalahannya. Dengan begitu, si anak ketika merasa jengkel tidak akan langsung marah-marah.

5.     Berikan Pemahaman dan Hakikat Marah

Tanamkan pada diri anak bahwa orang kuat bukan dilihat dari cara dia marah, tapi dari bagaimana ia bisa mengendalikan amarahnya. Buat juga cara menghadapi kemarahan anak, misalnya menyuruh anak mengungkapkan kemarahannya dengan menulis, atau hal lainnya.

6.     Tegas

Memang orang tua sebaiknya tidak boleh menghadapi kemarahan anak dengan balik memarahinya, tapi terkadang lakukanlah penanganan dengan tegas. Ingat, tegas, bukan balik marah.

7.     Permainan Menahan Emosi

Sebagai orang tua, lakukan cara-cara untuk dapat menahan anak. Misalnya memberikan bintang pada anak ketika ia berhasil menahan emosi, dan ketika sudah terkumpul lima bintang, orang tua bisa memberinya penghargaan.

Itulah cara untuk menangani anak yang pemarah. Anak itu titipan dari Allah Ta’ala, sebaiknya kita menjaga dan merawatnya. Anak yang baik, berasal dari didikan baik orang tuanya.

Tags: #Keutamaan Berbakti Kepada Orang Tua#Pendidikan #Psikologi dan Perasaan

Solusi GTM

Tags

, ,

Resume Materi Kuliah Whatsapp Grup Rumah Main Anak

Judul materi : Pola Makan yang Baik, Solusi GTM pada Anak
Hari, tanggal : Jum’at, 29 Januari 2016
Pemateri : Pramitha Sari,S.Gz, Dietisien, M.H.Kes
Peresume : Santy

Tahukah bunda bahwa balita itu sebenarnya manusia yang sangat mandiri.
Saat mereka masih bayi, mereka akan makan ketika lapar dan hanya makan apa yang bunda berikan.

Tapi seiring bertambahnya usia mereka sangat ingin melakukannya sendiri.

Pastikan bunda tetap mengawasi ketika ananda makan dengan tangannya sendiri agar mereka tetap aman dan juga merasa aman.

🙇🏻Bagaimanakah sebaiknya sikap bunda ketika ananda mencoba untuk makan sendiri?

✅ Cobalah bersikap santai
✅ Beri dukungan pada ananda dan keinginannya untuk mandiri

👦🏼 Pertumbuhan balita memang tidak sebesar ketika mereka masih bayi karena aktivitasnya juga bertambah. Selain itu pertumbuhan balita umumnya juga akan menyebabkan perubahan nafsu makan.

👶🏼Sebenarnya ketika anak mulai makan sendiri tugas bunda hanya 3 saja begitu pula tugas ananda.

3 tugas bunda, yaitu:

1⃣ What : makanan apa yang bunda berikan
2⃣ When: kapan makanan diberikan
3⃣ Where: di mana anak harus makan

Sedangkan tugas ananda, adalah:
1⃣ If : apakah anak akan makan atau tidak
2⃣ What: apa yang akan ia makan
3⃣ How: Berapa banyak ia akan makan

🍴Untuk membentuk pola makan yg baik pada anak. Bunda cukup melakukan tugas bunda dan biarkan mereka melakukan tugasnya menurut keinginan mereka.

🍴Makanan yang bunda berikan bisa berupa:
cemilan, makanan utama, minuman dan memvariasikan jenis makanan yang diberikan

🍴Bunda juga perlu menetapkan jadwal makan dan jangan langgar jadwal tersebut agar melatih kedisiplinan ananda

🍴Selain itu bunda perlu menyiapkan makanan di meja atau tempat yang ditentukan sebagai area makan agar melatih kedisplinan dalam mengikuti peraturan.

✅ Dan jangan lupa buat suasana makan menyenangkan bagi ananda.

Dalam membentuk kebiasaan makan ananda:

1⃣ Tawarkan makanan baru dengan porsi kecil dan biarkan ananda mencobanya
2⃣ Buat proses makan yang mudah, jangan terlalu ribet
3⃣ Beri tantangan pada anak
4⃣ Proses makan juga harus aman, jauhkan dari situasi yang membahayakan.

Sumber: eating your 1-5 years old. United dietary of michigan.

TANYA JAWAB
1⃣Assalamualaikum mbk Mita. Ibrahim, 16m, sampai saat ini msh makan dg makanan yg diblender.
Saya sdh mencoba membuatkan nasi tim atau nasi lembek dg lauk jg sayur. Akan tetapi, Ibrahim hanya mau tdk lebih dari 7 suap dg sendok kecil. Saya khawatir dia kurang asupan jd kembali lg ke makanan blender. Makan makanan blender pun akan habis jika sambil main atau nonton syamil. Bagaimana menyiasatinya mbak agar mau makan tanpa blender? Bagaimana memastikan dia tdk kurang asupan? oh iya, jika makan nasi ketika tdk mau, dia akan melepeh makanan yg sdh msk ke mulut.
trm ksh
(Samiah, Bogor, 16m, RMA 1)

Jawab :
Ummu Ibrahim yang sholihah, jangan sedih dan pantang menyerah untuk mengajak Ibrahim menjalani masa2 emasnya belajar di usia balita ya…
Makan 7 suap menurut saya sudah perlu diapresiasi.. berikan pujian untuk ananda Ibrahim agar dia merasa usahanya dihargai.

Kalau dirasa perlu proses makan bisa diulang 1 atau 2 jam berikutnya. Istilah bekennya porsi kecil tapi sering.

Jangan lupa beri apresiasi positif ya

Karena ananda Ibrahim sudah sampai di usia 16 bulan saya tidak menyarankan utk kembali ke tekstur halus atau blender karena bisa menyebabkan kemunduran pada proses tumbuh kembangnya terutama pada perkembangan neuromuskularnya

image

Jadi, coba cari alternatif lain ketika proses makan…
Kasih tantangan untuk makan sendiri kadang jadi solusi buat saya..

Eh ternyata bener anaknya jadi semangat makan karena dia kasih kesempatan “do it by myself”

Saran utk mbak samiah dan mbak puji juga soal asupan : coba untuk relaks dulu dari pikiran “bagaimana kalau anak saya kurang asupan?”
Yang penting anak nyaman makan dan nggak susah makan menurut saya masalah asupan lama2 akan terkoreksi sendiri.

Rajin2 cek growth chart juga bisa jadi sarana mengevaluasi asupan anak tapiiiii jangan dibawa stres ya 😘

2⃣Aslm. Mba mitha, anak saya yg sulung makan banyak tapi koq keliatan kurus ya begitu juga dg sepupunya tapi aktivitas banyak. Sepupunya sampe dikasih obat cacing, susu, suplemen biar gemuk. Tapi ga ngaruh ke BB, walau makannya ttp banyak. Kenapa ya mba? Sdg anak saya yg kedua sekarang setelah saya melahirkan kalo siang cukup ngemil n ASI saya (dia msh tandem) badannya alhamdulillah ga berubah alias msh montok padahal saya worry khawatir kurang asupan makanan. Kebalikan dari kakaknya. Bgmn itu ya mba dew?
(Puji, Tangerang, 3y8m dan 2y1m, RMA1)

Jawab :
Alhamdulillah ya mbak karena si sulung punya aktivitas yang banyak. Tandanya kakak sehat dan tumbuh kembangnya baik. Seperti sudah disampaikan di artikel pada balita usia lanjut (bingung bahasainnya gimana 😝) pertumbuhan grafik BB memang tidak sebesar usia2 sebelumnya. Penyebabnya karena energinya terserap tidak hanya untuk tumbuh kembang tapi juga untuk energi si anak beraktivitas. Don’t worry be happy mbak… tetap semangat kenalkan aneka ragam makanan dan dukung semangatnya beraktivitas.

Untuk kakak no 2 seperti yang sudah disampaikan di artikel juga mbak… kuncinya ditunaikan tugas ibu dan biarkan anak menjalankan tugasnya…
InsyaaAllah kalau ibu sudah ikhtiar tinggal tawakal aja biarkan Yang Maha Berkehendak memenuhi kebutuhan anak2 kita 😘

3⃣Mba Mith, anakku Wafiq 3y2m moody bgt makannya,,kl dia lagi laper pasti makannya banyak tp kl lagi males ga mkn nasi sama sekali cm jajan aja dia. Jajannya jg gitu kebanyakan coklat dan es (karena di rumah atoknya warung) dan palingan kl dia laper minta susu. Kadang2 sebelum tidur dia ngeluh sakit perut mba. Paling aku ksh minyak angin biar agak legaan tp ttp aja dia blg sakit. Kdg2 pagi, siang ga mkn nasi nanti mlm pas laper baru mkn. Klo tiap hari kyk gitu gmn ya mba? Aku khawatir dgn kesehatannya..beda lagi dengan adiknya nada 1y2m mkn byk, suka apapun makanan tapi habis itu pup kl kekenyangan. Tp sebelum kenyang pasti dia minta makan terus mba. Cm badannya ttp aja mungil, kecil ga gemuk2. Kl abangnya biar ga makan ttp sekel badannya..gmn menurut pendapat mba mitha ttg nafsu mkn anak2 ku ini?
(Ina, Tangerang, 3y2m,1y2m, RMA1)

Jawab :
Mbak ina, mungkin pas mas wafiq ngeluh sakit perut bisa sekalian dikasih pengertian tentang pentingnya makan tepat waktu dan menghindari jajanan di warung karena bla bla bla… 😁
Terus kalau pas mas wafiq lagi males makan coba dikejar makanan apa yg kiranya dia mau… saya sendiri juga suka moody kalau pas makan. Kalau lagi muales banget saya cenderung cari makanan berkuah utk mancing nafsu makan… mungkin bisa jadi alternatif pas mas wafiq males.

Untuk adek nada kasusnya 11-12 sama anak saya… apalagi kalau habis makan sayur tapi alhamdulillah sih tetep sehat anaknya jadi nothing to worry lah… anggap aja itu tanda pencernaannya sehat, apalagi kalau pupnya bentuknya normal begitupun baunya. Aman insyaaAllah🙂

4⃣ Ketika anak menginjak 1th apakah sudah diperbolehkan makanan menu rumahan atau dewasa? Jadwal makan anak yang baik seperti apa? Karena akhir-akhir ini sebelum tidur malam sulthan suka minta makan.. *tandanya: ga mau tidur, ngemut jari aja, disuapin makan mau.. 😂 padahal sore sulthan sudah makan dan nyemil puding.. Terima kasih.
(Rahimah, Cirebon, Sulthan 11m20d, RMA 2)

Jawab:
Boleh mbak… usia 1 thn sudah bisa diajak makan menu yg sama dengan keluarga…
Jadwal makan umumnya terdiri dari 3x makan utama dan 2 atau 3x selingan. Jaraknya dari makan utama ke selingan 2-3 jam
Misal jam 7 sarapan
Jam 9/10 selingan pagi
Jam 12 makan siang
Jam 15 selingan sore
Jam 17 makan sore
Jam 19 masih boleh dikasih selingan malam.

5⃣ Kiat mendisiplinkan waktu makan tu gmn caranya ya mba? Krn anaknya bener2 mau makan kalo udah laper dan nyari makan aja. Kalo di jam makan dia masih kenyang, ya ga mau makan. Minta saran cemilan padat gizi donk mba buat anakku yg ga suka nasi n susu. Jzk
(Dydy ummu Fawwaz, 16 bln, RMA2)

Jawab:
Mungkin awalnya perlu dibiasakan makan bareng ortunya dulu jeng dydy….
Ayah bunda duduk bareng sambil ajak fawwaz makan di tempat yg sama.
Kalau dia belum mau makan sediain cemilan2 ringan di meja makan aja siapa tahu lama2 dia tertarik makan bareng ortu di waktu tertentu…
Biasanya fawwaz seneng ngemil apa? Mungkin cemilannya bisa dimodifikasi ingredientnya.

6⃣ Assalamualaykum…
🌺apakah anak sudah bisa mengalami trauma pd saat makan? Misalnya karena pernah tersedak, sehingga akhirnya jadi GTM?

🌺anak saudara saya sudah 1y3bln, hanya mau makan makanan yg cair, tdk mau makan makanan yg padat..maunya makanan yg lunak sekali, makannya jg sedikit sekali.
Padahal sebelumnya makannya bagus, badannya jg bagus, sekarang nafsu makannya kurang dan bb jg turun
Bgm solusinya?
(Ummu Mariyah, Mariyah 2y6m, Makassar, RMA2)

Jawab:
Wa’alaikumsalam wr wb ummu mariyah
Sangat bisa mbak anak mengalami trauma sampai menyebabkan dia kapok makan…

Perlu dicari tahu penyebabnya kemudian coba diperbaiki kondisinya juga supaya traumanya hilang. Biasanya usia 15 bulan sudah mulai diajak komunikasi sih… mungkin sementara waktu perlu diobati dulu traumanya tapi saran saya jangan kelamaan pakai makanan cair/halus untuk usia di atas 1 tahun karena khawatir mengganggu perkembangan neuromuskularnya
Kalau traumanya berlanjut mungkin bisa cari bantuan saran dari psikolog juga kali ya buat saran trauma healing si anak (ibunya yg konsultasi maksudnya).

7⃣ Assalamu”alaikum mb mitha, senang ketemu di sini.. trims utk materinya 😘
Dari dulu sy pengeen bgt bs ideal pola makan anak dr kecil.. anak makan sendiri duduk di meja makan.. dahulu sy cobakan metode baby led-weaning..

Tp ketika hidup dgn ortu banyak hal yg berbeda.. mis. ketika kita berusaha santai ktika anak blm mau ditawarkan makan, ortu sgt khawatir.. kita biarkan anak makan sendiri walau berantakan dan ga habis atau pilih2 isi piring.. ortu khawatiiiir bgt..

Bagaimana menyikapinya ya.. saya sdh agak lelah, sehingga memilih ikutin pola ortu. Tiap pagi saya suapi anak saya sambil buka gadget seperti cara ortu.. tp lama2 saya sadar ini cara yg tdk sehat. Saya ga mau anak saya disuapi makan sampai usia SD seperti omnya. Hehe.. maaf banyakan curhat, berharap bertemu solusi. Trims mba mitha dan tim RMA.
(No Name/RMA2)

Jawab:
Wa’alaikumsalam wr wb ibu dari anaknya yg super keren… kayaknya kita pernah berjumpa di kesempatan lain nih ya?

Anyway saya pernah ngalamin hal yang sama koq… bahkan tetangga sebelah rumah sekarang masalahnya 11-12 krn tinggal sama ortunya.. kadang kalau dia cerita saya senyum sambil tetep kasih support…

Ibu juga gitu dulu waktu saya masih tinggal serumah… segala dikomenin. Cucunya yang ga mau minum susu dibanding2in samad jaman saya dan adek yg selalu dipaksa minum susu sampe blenek2..
Belum lagi kalau bandingin pas si bocil makan sama mbak sambil digendong dan diajak jalan2.. sedangkan saya? Cuma ngijinin makan di depan tv atau depan kolam ikan tanpa mau capek gendong biar cepet habis
Kalau udah dikomenin gitu mah senyum2 aja…
Dengerin sampai selesai trus senyum… nggak perlu dibantah.
Solusinya, kalau bisa bikin deal2an sama ortu tentang idealita kita mengasuh anak dan tetap bersikap santun aja sih 😁
Khawatir tanda sayang kalau menurut saya..
Tapi mendampingi anak makan sambil buka gadget buat saya adalah pantangan🙂
Khusus jam makan saya cerai sama gadget, yg boleh dilihat cuma tv aja 😁
Karena ketika makan saya membiasakan fokus sama si anak…
Efeknya sampai sekarang alhamdulillah anak makan ga pakai lama, ga pernah ngelepeh atau ngemut. Saya juga nggak pakai takaran harus sekian sendok. Kalau kiranya dia bener2 udah nggak mau saya tanya aja? Sudah kak makannya?
Kalau dia jawab “sudah” ya sudah selesai🙂
Semoga membantu ya mbakyu….

8⃣ Assalamu’alaikum.
Mbak Mitha, saya mau tanya.
Anak saya makannya tidak bisa banyak, sukanya nyemil. Saya sudah menyiapkan di meja makan, tp kalau dia tidak lapar ya tidak mau makan.
Jadwal makannya sdh saya atur tp dia tidak bisa mengikutinya. Bagaimana cara supaya dia bisa mengikuti jadwal yang sdh saya buat? Bagaimana mengetahui kecukupan gizi anak melihat dia sukanya nyemil (roti, biskuit, buah)?
Terima kasih.
(Rossy, Salatiga, Elmyra 27 bulan, RMA3)

Jawab :
Wa’alaikumsalam wr wb mbak rossy di salatiga,
Alhamdulillah ya anaknya suka ngemil artinya masih ada makanan yg masuk…
Salah satu cara utk mensukseskan proses penjadwalan adalah komunikasi dengan anak mbak. Apalagi anaknya sudah 2 tahun. Mungkin kedua ortu bisa berkolaborasi memahamkan anak mengenai masalah jadwal makanan apalagi kalau bisa mencotohkan.. misal ketika kedua ortu ada di rumah anak diajak makan bersama di satu tempat dengan suasana nyaman. Hindari memberikan cemilan menjelang waktu makan. Sekalian biar anak merasa lapar mbak. Cara mengetahui kecukupan gizi anak bisa pakai growth chart/KMS.

9⃣Bun, bagaimana ya caranya menghadapi anak yang suka ngelepeh?
Terima kasih.
(Rika, Malang, Maryam 3,5th dan Isa 9bln, RMA3)

Jawab :
Mbak rika, cara mengatasi anak yg suka melepeh adalah dengan mencari tahu kenapa dia melepeh makanannya. Itu dulu yg diatasi…
Apakah krn tekstur makanannya tidak sesuai kemampuan anak?
Rasa makanan?
Atau ada masalah lain?
Semoga membantu ya mbak…

🔟 Assalamu’alaykum…
Dear mbak pramitha,
Sejauh apa kelonggaran yg bs diberikan pada anak kurang dari 2 tahun untuk makan di tempat2 selain meja makan/ high chair dia? Anak saya jika di rumah, susah sekali ditaro di high chair, inginnya makan di sembarang tempat sambil bermain. Padahal jika di daycare tidak seperti itu.
Terima kasih
(Retta, Jaksel, 13m, RMA 3)

Jawab :
Wa’alaikumsalam wr wb
Mbak retta, kalau saya di rumah kebetulan ga punya kursi khusus untuk makan jadi anak saya makannya sambil lesehan 😁
Tapi cuma di area itu aja. Karena rumah kontrakan kami juga ukuran super imut jadi ruang makan merangkap  ruang tv dan ruang keluarga 😁
Tapi saya membiasakan diri ketika anak makan maka saya fokus ke pendampingan dia ketika makan saja. Tanpa aktivitas lain. Alhamdulillah selama ini proses makannya ga berlangsung lama jadi dia ga perlu uring2an pengen cepet main. Kadang anak saya makan sambil pegang mainan, kitanya aja yg sigap. Begitu makanan masuk ke mulut kita udah siapkan utk suapan selanjutnya. Anak ga perlu ngemut dan bisa cepat selesai.

1⃣1⃣ Mbak mitha…
Anak saya fathimah (4y4m) saat ini agak susah makan kalo di meja makan, maunya di suapin terus..kalo makan sendiri biasa sangat lama (bisa sampai setengah jam lebih), dan lauk nya dulu yang dihabiskan, nah kalo lauknya udah habis otomatis nasi nya udah gak semangat dimakan..saya pribadi kadang menghukum untuk tidak menambahkan lauk & memintanya menghabiskan makanannya walaupun yang tersisa hanya nasi nya saja dan akhirnya makannya jadi lama…
Nah apa yg harus sy lakukan mbak, apalagi di pagi hari biasanya agak rempong krn akan berangkat kerja & anaknya akan berangkat ke sekolah…
Trus sudah betul kah menghukum anak dengan cara seperti itu, krn sekalipun hampir setiap hari hukumannya begitu tapi tetap saja tidak ada perubahan..
Maaf kepanjangan mbak
Makasih sebelumnya😅
(Eli, Selayar, Fathimah 4y4m, RMA3)

Jawab :
Mbak fathimah keren sudah bisa maem sendiri mbak…
Menurut saya malah bagus anaknya semangat ngabisin lauk 😁
Patut diapresiasi lho mbak
Mungkin mbak fatimah lagi bosen makan nasi 😁
Makanan pokoknya bisa dicobain yg lain mbak.. misal kentang goreng atau mie atau nasinya yg dimodif jadi nasi uduk biar jd penyegaran 😁
Atau porsi nasinya dikurangi dulu siapa tahu menurut mbak fatimah terlalu banyak
Kalau pola hukumannya, saya pernah mengalaminya waktu kecil mbak, tapi kasusnya wortel. Hasilnya? Saya trauma makan wortel sampai usia dewasa 😁
Mungkin bukan dihukum menghabiskan ya solusinya tapi bisa dengan tantangan pakai reward n punishment atau cerita mengenai kerugian tidak menghabiskan makanan dgn hikmah🙂

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Follow us:
Instagram : @rumahmainanak
Fanpage Facebook : Rumah Main Anak
Website : http://www.rumahmainanak.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.